Selasa, 31 Mei 2016

Plan 9 from Outer Space (1959), Review dan Sinopsis

IMDB Rating : 4.0 RottenTomatoes : 66% demammalam rating : D Genre :  Horror, Sci-Fi Director : Edward D. Wood Jr Writter : Edward D. Wood Jr Stars : Gregory Walcott, Tom Keene, Mona McKinnon Country : USA Language : English Release Date : 22 July 1959 (USA), Filming Locations : USA  Runtime : 79 minutes. Budget : $60.000,-  Color : Black and White Rate : PG-13.  Production Co. Reynolds Pictures, Inc.

Sinopsis
Sekelompok Alien menginvasi bumi dengan cara membangkitkan manusia yang mati menjadi Zombie dan Vampire untuk mencegah manusia menciptakan Solaranite (Bom yang berasal dari cahaya matahari)

Review
Saat kita membuat review tentang suatu film, tentu kita akan berusaha mengulas dari aspek positif dan aspek negative, keunggulan dan kelemahan dari film-film tersebut. Namun kali ini, saya mendapatkan tugas “berat” menulis review ini tanpa mengingkari fakta bahwa ini adalah salah satu film terburuk sepanjang masa, karya sutradara yang digelari Sutradara Film Terburuk Sepanjang Masa, Edward D. Wood Jr.

Plan 9 from Outer Space dibuka dengan adegan monolog (narasi) dari peramal televisi terkenal di tahun 1950, Criswell (pembawa acara The Amazing Criswell). Dari narasi awal saja penonton sudah dibuat berpikir dengan cerita super aneh dan tidak masuk akal, Criswell menceritakan tentang Alien yang datang di masa depan untuk mencegah manusia menciptakan Solarnite, namun di akhir narasi ditambah lagi kisah ini benar-benar terjadi dan para pelaku sudah disumpah. What De Fack!I jika cermat, seketika kita bingung dibuatnya sebenarnya kapan terjadinya?

Film ini menggabungkan dua genre yang di masa itu menjadi era keemasan film, yaitu Horror dan Sci-fi, jika membaca sejarahnya (atau ketika menonton kisah di film Ed Wood, 1994) film ini dianggap sebagai batu loncatan untuk film berikutnya. Saat itu, Ed Wood didatangi oleh tetua gereja Baverly Hills untuk menawarkan pembuatan film religious (saya tidak ingat, kira-kira tentang pembantu Tuhan), namun dengan dana minim dari gereja, Ed Wood malah menawarkan sebuah film yang dipredisikannya bakal menjadi Hit dan Sukses dan akan menjadi modal untuk film religius kedepannya, dan lahirnya film Plan 9 from Outer Space, namun dengan judul awal Grave Robbers from Outer Space, kenapa judul di ubah masih tanda Tanya, banyak yang berpikir itu cara Ed Wood untuk tidak membayar royaliti.

Cara menikmati Plan 9 From Outer Space dengan mengesampingkan atau membuang idealisme kita tentang bagaimana suatu film berkualitas, cerita yang berkelas atau special efek yang memanjakan mata, bloopers (kesalahan yang terjadi di film) yang bertebaran sepanjang film ini menjadikan film ini akan anda tonton berulang-ulang untuk tertawa terbahak, seperti kokpit pesawat yang mirip dapur rumah, adegan perabotan berserakan yang kelihatan ditarik dari tali, dan adegan pemakaman yang dilihat dari jauh sudah jelas hanya beralaskan karpet, diberi kabut bahkan untuk batu nisannya menggunakan gabus ala kadarnya.

Penggunaan footage sisa perang dunia ke dua, berulang-ulang diputar ulang, mungkin bagi Ed Wood ini cara untuk membuat adegan wah dengan budget terbatas yah solusinya putar saja arsip perang dunia, sangat luar biasa memang.

Membahas kehancuran film ini sama saja, menuliskan ulang daftar nominasi dan pemenang penghargaan yang diperoleh oleh Meryl Streep selama karirnya, panjang dan tidak ada habisnya. Tapi, meski diputaran terbatas dan di cap sebagai film terburuk, Pamor dari Plan 9 Outer Space naik daun setelah Edward D Wood Jr. tiada, kebiasan salah satu stasiun televisi di Amerika Serikat menayangkan film horror classic mengingatkan kembali kepada nama Bela Lugosi (Dracula, 1931), para penggemar mencari tahu dan ternyata film ini terkenal sebagai film terakhirnya Bela Lugosi (sang Count Dracula). Ironisnya Bela Lugosi wafat 3 tahun sebelum film ini rilis di pasar, adegan Bela adalah arsip dari film “Tomb of Vampire” karya Ed Wood yang gagal di produksi, sebagian adegan juga dilakukan dengan pemeran pengganti yang tidak ada miripnya sama sekali dengan Bela Lugosi.

Masih banyak sekali kekurangan dan keanehan film ini yang sayang anda lewatkan. Jadi nikmati saja film ini. Saya tidak akan menghakimi Edward D Wood Jr sebagai sutradara yang tidak pantas membuat film. Dari kisah di film Ed Wood (1994), kita akan tahu sedikit bahwa Ed Wood adalah salah satu dari sedikit orang yang benar-benar mencintai dunia film dan menyukai pembuatan film, namun dia memiliki dua keterbatasan dalam industrsi perfilman, yaitu KEMAMPUAN dan DANA. Setidaknya sindiran untuk kita, berusaha sekuat apapun jika tidak punya kemampuan, yah hasilnya sama aja.

Terima Kasih
Edward D Wood Jr.

Semoga Tenang di Alam Sana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar