Jumat, 19 Februari 2016

Deadpool (2016), Review dan Sinopsis

IMDB Rating : 8.7 Metascore : 64/100 RottenTomatoes : 84% demammalam rating : A Genre : Action, Adventure, Comedy Director : Tim Miller Writter : Rhett Reese, Paul Wernick  Stars : Ryan Reynolds, Morena Baccarin, T.J. Miller, Ed Skrein Country : USA Language : English | Spain Release Date : 12 February 2016 (USA), Filming Locations : USA & Canada Runtime : 108 minutes. Budget : $58.000.000,-  Color : Color Rate : R.  Production Co. Marvel Enterprises, TSG Entertainment, Twentieth Century Fox Film Corporation

Sinopsis Deadpool
Wade Wilson (diperankan oleh Ryan Reynolds) seorang tentara bayaran yang di diagnosa menderita kanker parah, memutuskan untuk menyerahkan dirinya pada percobaan yang mengubah dirinya menjadi mutan, dengan kekuatan super namun mengubah bentuk fisiknya menjadi menyeramkan. Wade mengambil julukan Deadpool dan terus memburu orang-orang yang mengubah bentuknya, agar bisa kembali kepada orang yang dia sayang.


Review Deadpool
Saya suka menonton film superhero, meski tidak terlalu fanatik terhadap satu karakter. Kisah superhero umumnya juga relatif sama, seseorang atau sekelompok orang mendapatkan kekuatan super dan menggunakannya untuk mencegah kehancuran dunia, film genre ini harus punya dua unsur penting agar filmnya lebih berbobot, pertama musuh yang super keren dan gila (seperti Joker di The Dark Knight, atau  Ozymandias di Watchmen), kedua aktor yang super keren teramat menjiwai perannya. Saya menonton film ini tepat tanggal 14 Februari. ataupun tepat dimana sebahagian orang merayakannya sebagai hari kasih sayang. Whatever lah, intinya saya bela-belain menempuh perjalanan sejauh 55 km, dengan waktu 1,5 jam untuk menonton film ini.


I really, really like this movie. Sebuah film yang memecah kebuntuan akan berjubelnya film superhero di tahun 2016, sangat menghibur, penuh kekerasan, seksi dan romantis. Deadpool bukan jenis superhero kebanyakan, dia memang memiliki kekuatan super tapi dia bukan hero, dia hanyalah seorang pejuang cinta yang terjebak dalam bentuk fisik yang merusak pandangan mata berjuang agar ketampannya dan kekasihnya kembali, so this is movie about love, feel that.

Deadpool bermain dalam plot unik, flashback untuk memberi tahu penonton kenapa pukulan, tebasan, dan tembakan ini bisa terjadi, sesekali berhenti untuk menyegarkan bahwa ini hanya film tentang karakter komik, so jangan terlalu serius, nikmati saja. Dan maju lagi ke tujuan awal, terserahlah yang jelas film ini terlalu  menghibur dan sayang dilewatkan untuk ditonton dalam versi torrentnya saja.

Tidak sembarangan orang bisa mengerti lelucon-lelucon yang digunakan di film ini, Deadpool banyak menggunakan lelucon yang berhubungan dengan Pop Culture modern, seperti tentang film, lagu, ataupun sesuatu yang lagi tren. Saya terbahak sendiri ketika Ryan Reynolds menyembutkan mengalami mimpi buruk Liam Nesson. Lebih terbahak lagi ketika Collusus, mengatakan akan membawa Deadpool kehadapan profesor X, Deadpool menjawab “McAvoy atau Stewart” mengacu ke pemeran asli Profesor-X dalam Film X-Men. Tidak hanya itu, tingkah konyol Deadpool sepanjang film jadi hiburan untuk yang tidak mengerti lelucon dari perkataannya, karena Deadpool bukanlah seorang Stand Up Comedian, hanya orang sarap.


Menurut saya kita patut berterima kasih pada pemeran utamanya yaitu Ryan Reynolds. Deadpool  bagi Ryan Reynolds menjadi karakter komik ke-5 yang diperankannya, dan mungkin ini yang terbaik, sepertinya Ryan sangat menjiwai menjadi deadpool, hingga terkadang kata-kata yang dikeluarkan tidak ada di naskah hanya improvisasinya saja, totalitasnya menjadi konyol seolah mengingatkan bagaimana Robert Downey Junior menjadi begitu angkuh ketika memerankan Tony Stark, sang Iron Man (menurut opini saya, dia aktor terbaik yang memerankan tokoh komik marvel), dan hal itu semakin tertolong lewat chemistrynya dengan  lawan mainnya Morena Baccarin, menjadikan film ini tidak hanya tentang kekerasan dan kekonyolan tapi tentang cinta, (sedikit spoiler) dengan beberapa adegan mesum di dalamnya.

Ini bukan film sempurna, meski punya storyline jelas, aktor utama yang menjiwai, tapi peran Villiannya (musuh) entah kenapa menurut saya kurang greget, terlalu muda, terlalu mudah dikalahkan, dan tidak punya sindikat yang jelas (seperti, apakah sebagai pelaksana atau masih ada yang dibelakangnya), sehingga karakter Villiannya tidak meninggalkan kesan spesial untuk para penontonnya, mungkin karena sutradara terlalu fokus pada penampakan deadpool sehingga melupakan hal tersebut.

Banyak orang yang mungkin tidak sependapat dengan saya, saya menerima setiap pendapat dan kritikan, tetapi Deadpool bisa menjadi solusi alternatif, ketika kita mulai lelah dengan banyak film superhero yang diproduksi. Deadpool membuktikan bahwa karakter komik bukan hanya milik anak-anak, para orang dewasa juga membutuhkan sosok karakter yang lebih wajar, bukan sekedar pembela kebenaran yang membasmi dan menolong ratusan ribu orang dengan bantuan efek komputer, tapi karakter yang punya motif jelas, sedikit kasar dan brutal, tetapi tetap penuh kasih sayang.

Kesimpulan bagi saya, Deadpool ialah sebuah paket komplit, brutal, menghibur dan seksi. Pesan saya, jangan membiarkan adik atau anak yang belum cukup umur untuk menontonnya, jika ternyata pasangan atau pacar anda belum 18 tahun ? jangan tonton film ini bersamanya, ajak saja ibu atau bapaknya, siapa tau jodoh.

Nonton dulu trailer Deadpool (2016)










Tidak ada komentar:

Posting Komentar