Kamis, 11 Februari 2016

Aach... Aku Jatuh Cinta (2016), Review dan Sinopsis

Sutradara : Garin Nugroho Naskah : Garin Nugroho
Pemain : Pevita Pearce, Chicco Jerikho, Nova Eliza, Annisa Hertami

Sinopsis Aach... Aku Jatuh Cinta
Yulia (Pevita Pearce) dan Rumi (Chico Jericho) tumbuh bersama sejak kecil, berdua terlibat kisah percintaan dua manusia. Hubungan yang terjalin unik, puitis, tragedi, dan komedi menjadi warna dalam kehidupan mereka. Perubahan zaman dan gaya hidup menjadi saksi cinta Yuli dan Rumi.


Review DemamMalam.com

Aach Aku Jatuh Cinta ialah film pertama saya yang saya tonton di bulan februari ini, maksudnya film yang saya tonton dengan merogoh kocek alias pergi ke bioskop. Kenapa saya nonton film indonesia ? sementara semua tulisan review film saya mayoritas film asing ? (well, ini jadi saksi sejarah review film indonesia pertama saya di demammalam.com).
Pertama, saya ke bioskop bersama dengan pacar saya, dia juga punya hobi nonton namun kami dipisahkan oleh genre film berbeda, dia suka serial drama korea dan film indonesia, tidak suka film luar yang bercerita tentang perang, darah atau kisah terlalu berat, sebagai contoh hanya 3 film dari ratusan rekomendasi film yang saya berikan kepadanya yang cocok dia tonton, yaitu 12 Angry Man, Whiplash, dan Gone Girl.

Kedua, saya menghargai karya sineas indonesia, uang saya terbatas saya tidak mungkin menonton semua film yang ada, harga tiket bioskop melambung tinggi, jika film impor mungkin jangka waktu 1-2 bulan file torrentnya sudah keluar, kalo film indonesia ? kita apresiasi dengan membayar, agar selanjutnya mereka bisa menghasilkan karya yang lebih berkualitas lagi.

Sesuai janjinya dengan para wartawan dan para penikmat karyanya sang sutradara Garin Nugroho, yang menyatakan bahwa film ini teramat sangat lebay baik dari segi cerita, skenario, transkip teks atau apapun itu. Garin Nugroho ialah sutradara jempolan, sudah puluhan karya dilahirkannya, terkenal dengan filmnya yang berat seperti Soegija (2012) dan Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2014), dan hampir menggarap semua genre film yang ada, namun itu film ini saya rasa Garin Nugroho melakukan semua kesalahan kecil, di film drama romantis pertamanya dalam 25 tahun terakhir ini.

Konsep film Aach Aku Jatuh Cinta, yang bercerita tentang sepasang kekasih remaja yang dilanda cinta bukan barang baru dalam tema perfilman indonesia, namun sudah lama tidak dirasakan oleh penikmat film, terkakhir yang melekat di ingatan bagaimana kisah Rangga dan Cinta di film Ada Apa dengan Cinta ?, setelah itu bertahun-tahun kita kehilangan film berkualitas yang menceritakan sosok ikon pasangan remaja, Aach Aku Jatuh Cinta mencoba menawarkan pilihan tapi tidak menarik perhatian.


Kenapa harus Chicho Jericho ? tahukah kalian bahwa Februari 2016 ini, Chico sukses mensabotase 3 gadis paling cantik di Indonesia (Pevita Pearce di Aach Aku Jatuh Cinta, Raisa di Terjebak Nostalgia,  dan Tara Basro di A Copy of My Mind), memang setelah sukses membawa kabur piala Citra Aktor Pria Terbaik lewat peranya di Beta Maluku (2014), Chico kelewat laku dan menjadi pilihan semua sutradara indonesia.

Tidak ada yang salah dari Chico, saya suka aktingnya natural, keren, dan punya gaya, tapi memaksakan Chico menggunakan baju seragam sekolah SMA di film ini, come on, dari sudut pandang manapun sulit melihatnya wajah setua itu menggunakan seragam sekolah, seperti siswa tidak lulus 10 tahun, wajar tidak enak dilihat, Chico sudah berusia 31 tahun, dan ingat kita keterbatasan pilihan aktor yang punya akting bagus di usia belia, atau remaja. Jika punya referensi ? sebut saja, karena sejauh ini saya tidak punya referensinya.

Pemaksaan skenario yang berkisah tentang tiga zaman berbeda 70an, 80an ,90an rasanya terlalu dipaksakan jika menggunakan dua pemeran yang sejauh perubahaan zaman juga tidak, divisi akting yang kaku dan tidak meninggalkan kesan penonton, humor yang serba kentang, sulit mencari dimana bagusnya film ini untuk dilihat, selain adegan serba lebay dari Chico (lagi - lagi).

Untunglah, saya mencoba mencari hiburan lain saat menonton film ini, saya perhatikan gaun, dress atau baju yang dipakai oleh Pevita Pearce dalam berbagai adegan film ini menjadi nilai plus di film ini, saya bukan ahli busana tapi setidaknya saya mengerti dan tahun mana yang enak dilihat, pantas dilihat, dan tidak enak dipandang.

So Well, terakhir semoga usaha dari Garin Nugroho ini mendorong para sineas tanah air kita untuk menciptakan karya-karya drama percintaan remaja yang lebih serius, bermutu dan menghibur.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar