Kamis, 29 Oktober 2015

Rush (2013), Review dan Sinopsis

IMDB Rating : 8.2 Metascore : 75/100 demammalam rating :
Genre : Biography, Drama, Sport Director : Ron Howard  Writter : Peter Morgan  Stars : Daniel Brühl, Chris Hemsworth, Olivia Wilde, Alexandra Mara Lara Country : UK l Germany l USA Language : English | German | Italian | French | Spanish Release Date : 1 October 2013 (Indonesia), Filming Locations : England and Germany Runtime : 123 minutes.  Color : Color.  Rate : R.  Productin Co.  Exclusive Media Group, Cross Creek Pictures, Imagine Entertainment.

A wise man can learn from enemies than a fool from his friend

Sinopsis Rush (2013)
Formula one musim 1976 menjadi saksi rivalitas abadi dalam sejarah F-1 antara James Hunt (Inggris), pabrikan McClaren dengan Niki Lauda (Austria) mewakili Ferrari, bertarung sengit memperebutkan juara dunia, di olahraga yang tidak mengenal adanya kesalahan. if you make a mistake, you die.

Review Rush (2013)
Ketika saya selesai menonton film ini, hanya kalimat ini yang terlintas dipikiran saya It’s F#cikng Good Movie, sebagai pecinta olahraga balap baik F-1 atau Moto GP saya tahu bahwa persaingan sudah biasa terjadi, dan mengemasnya kedalam bentuk film, ini ide yang luar biasa kita patut berterima kasih kepada sutradara Ron Howard (peraih 2 gelar oscar lewat film A Beautiful Mind sebagai sutradara, dan produser) dan penulis skenario Peter Morgan (2 nominasi oscar, Frost/Nixon dan The Queen) yang mau mengabadikan persaingan sengit yang amat lampau ini ke dalam film sehingga generasi seperti kami bisa mengetahuinya.

Rush, diambil dari kisah nyata rivalitas terbesar dalam penyelenggaran F-1, antara pembalap tampan dari Inggris, James Hunt dan Niki Lauda, dari Austra. Perbandingan karakter keduanya ibarat dua kutub, Hunt dikenal sebagai pribadi tempramental, playboy, gemar alkohol dan rokok, dan pujian para wanita di jamannya, dalam membalap Hunt memiliki insting alami, cendrung nekad dan menantang maut dalam memenangi balapan. Berbeda dengan Niki Lauda, yang lebih tertutup, tenang, sangat ahli dalam memodifikasi mobil ke performa terbaik, dan punya pertimbangan dalam melakukan sesuatu tindakan.



Memerankan tokoh dikehidupan nyata merupakan pekerjaan yang susah-susah gampang dilakukan namun kali ini, para pemeran tampil dengan kemampuan terbaiknya. Chris Hemswroth, yang berperan sebagai James Hunt bagi saya sukes meninggalkan image Superheronya (you know lah, Thor dan Avangers), Chris juga mengurangi massa ototnya sebanyak 15 kg agar lebih total menyerupai postur Hunt. Ada kesamaan menarik antara Hunt dan Chris, Hunt dikenal sebagai lelaki yang digilai para wanita dan Chris mendapat gelar the sexiest man on the planet 2014.

The Best Performance in This Movie, ialah Daniel Brühl (jika wajanya terasa familiar, yap di juga muncul di Inglourius Basterds), secara teramat apik dan super sukses menghidupkan Niki Lauda di layar lebar, bahkan the real Niki Lauda, ketika pertama kali menonton Rush, ia berkata “Sh*t! That's really me." , dengan aksen german dan kemiripan muka yang ia miliki menjadi modal tersendiri untuk peran tersebut. Totalitas Daniel Brühl terhilat ketika ia rela menggunakan alat bantu gigi untuk menciptakan mimik yang pas dengan karakter asli. Sangat disayangkan Daniel hanya masuk nominasi best supporting actor di BAFTA dan Golden Globe, ia tidak masuk dalam nominasi oscar 2014 (saat itu di Oscar 2014 memang penuh film-film dengan tema lebih berat, jadi wajarlah film ini bukan tipe-tipe para member of academy)

Para pemeran wanita tidak boleh di pinggirkan, meski menurut saya salah satu kelemahan film ini minim peran wanita, tapi penampilan Alexandra Maria Lara (Downfall), sebagai Marlene Lauda, istri dari Niki Lauda patut mendapat kredit meski tampil tidak terlalu banyak dan tanpa banyak yang diucapkan, Alexandra dengan wajah indahnya bisa menampilkan kekhawatiran seorang istri dari seorang pembalap yang setiap minggu harus mempertaruhkan nyawa, sayang memang andai kisah Marlene dan Niki Lauda lebih digali lagi sebagai fase-fase kebangkitan Niki pasca crash tentu akan lebih menarik.

Bagaimana cara pengambilan gambar ketika pengambilan gambar di F-1 ? tentu menjadi pertanyaan bagi kita semua, no spesial effects yang digunakan. Stunts Driver mengendarai mobil Formula One dengan kecepatan 180 mph, kedua aktor utama Chris Hemswroth dan Daniel Brühl perlu latihan berminggu-minggu untuk dapat mengendarai mobil balap (meski akhirnya mereka berdua tidak diizinkan mengendarai mobil F-1, hanya mobil kelas F-3 yang dimodifikasi bodynya agar mirip dengan mobil F-1). Sound mobil yang kita dengar di film, adalah suara asli yang kita dengar di driver seat. Para sinemaphotographer meletakan berbagai macam jenis kamera diberbagai bukit dan tempat jalan berbeda di sirkut (persis seperti siaran langsung balap F-1 di Televisi), tentu butuh banyak editing yang melelahkan dan juga sedikit efek CGI tapi bukan itu yang menjadi sorotannya.



Kesimpulan.
Rush ialah sebuah film yang sangat menghibur, dengan cerita kuat dan berkarakter didukung kualitas sound film terbaik, dan tidak saya rekomendasikan untuk siapapun yang awam tentang formula one, it’s some diffrent to the junk race movies yang kita dapat tiap tahunnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar