Jumat, 23 Oktober 2015

K-PAX (2001), Sinopsis dan Review

IMDB Rating : 7.4 Metascore : 49/100 demammalam rating : B+ Genre : Drama, Sci-fi Director : Iain Softley Writter : Gene Brewer (novel), Charles Leavitt (screenplay)  Stars : Kevin Spacey, Jeff Bridges, Mary McCormack  Country : USA  Language : English, Release Date : 26 October 2001 (USA), Filming Locations : New York, USA Runtime : 120 minutes.  Color : Color.  Rate : PG-13.  Productin Co.  IMF Internationale Medien und Film GmbH & Co. 2. Produktions KG, Intermedia Films, Lawrence Gordon Productions


Sinopsis K-Pax (2001)
Prot (diperankan Kevin Spacey), seorang terduga kasus pencopetan yang terjadi di stasiun kereta api dikirim ke Psychiatric Institute of Manhattan (Rumah Sakit Jiwa), karena mengaku bukan berasal dari bumi melainkan datang dari planet lain yang bernama, K-Pax. Di Rumah Sakit Jiwa, Prot bertemu dengan dr. Mark Powell (Jeff Bridges) yang bertugas menyembuhkan prot. Selain berusaha menghilangkan delusi yang diciptakan prot, disisi lain Mark dibuat kagum dengan penjabaran dan pernyataan-pernyataan yang dibuat Prot yang seolah-olah prot memang berasal dari planet tersebut. Semua hal ini menjadi pertanyaan bagi dr. Mark Powell apakah prot benar gila ? atau orang cerdas yang menjadi korban cuci otak ? atau dia sendiri yang mulai mengalami delusional.

Review K-Pax (2001)

K-Pax mengisahkan tentang bagaimana seorang penderita gangguan jiwa menjalani harinya dalam pengobatan di rumah sakit jiwa. Gangguan jiwa yang dialami oleh Prot merupakan suatu penyakit delusional, yaitu ketika seseorang sudah tidak sadar dan tak mampu lagi membedakan dimana dunia khayalan, dan dimana dunia realita sebenarnya, dan kali ini tokoh Prot, berusaha meyakinkan orang dengan bahwa dia merupakan makhluk dari planet lain bernama K-Pax.

Cerita K-Pax bagi saya pribadi termasuk unik, meski diadaptasi dari Novel namun penjabaran yang ditampilkan dalam film sangat em... susah dijelaskan. Sang sutradara, mencoba menggiring opini kepada para penonton dengan memberikan fakta-fakta yang dijabarkan oleh Prot, seperti bagaimana jarak atau lokasi planet K-Pax, bagaimana dia  datang dari planet K-Pax, bagaimana mata Port bisa menangkap sinar ultra violet langsung, ataupun bagaimana tubuh Prot tidak bereaksi terhadap famaco therapy yang diberikan oleh pihak rumah sakit.
Butuh 27 kali pengambilan gambar untuk membuat scene ini, menjadi rekor tersendiri selama pembuatan film ini

Semua hal yang dilakukan oleh Prot yang semakin membuat kita yakin bahwa Prot memang makhluk luar angkasa, ditambah keraguan sang dr. Mark Powell hingga membawa Prot mengunjungi lembaga antariksa dan bertemu para Profesor dibidang astronomi, lagi-lagi Prot membuat para penonton film ini. Siapa Port ini sebenarnya ?

Untunglah keterbingungan para penonton mulai sedikit terjawab perlahan, bagi yang suka menganalisa suatu masalah psikis, gangguan jiwa Prot akan terlihat dibeberapa scene seperti memakan pisang dengan kulitnya atau adegan histeris Prot saat selang air/kran air terbuka, menadakan ketidak stabilan ego dan traumatik di masa lalu.

Namun, sial bukan main bagi para penonton, ending yang diberikan oleh Sutradara dan Penulis skenario bersifat Open Ending, sehingga kita sendirilah yang menentukan bagaimana nasib Prot di ending film ini. Cukup fair setelah lebih 120 menit bingung mempertahakan pendapat kita tentang Prot.

Bicara para pemeran, siapa yang ragu terhadap seorang Kevin Spacey, semua film top nya sudah saya garap dan tidak pernah kecewa, sebagai aktor watak dia bisa memerankan karakter apa saja dengan baik, contoh berperan sebagai Villian, di The Usual Suspects - Verbal, he’s basterds, John Doe di Se7en, sebagai polisi di L.A Confidental, sebagai ayah paruh baya di American Beauty. Dan kali ini sebagai manusia ataupun alien dengan gangguan jiwa akut, bagi saya sendiri tidak mudah memerankan orang yang mengalami gangguan mental dan kejiwaan, siapapun memerankannya jika dilakukan dengan baik pasti akan menciptakan kesan tersendiri bagi para penontonnya, seperti misalnya Robert de Niro di Awakenings (1990) atau Dustin Hoffman di Rain Man (1988), dan kali ini Kevin Spacey di K-Pax, bukan penampilan terbaik Kevin tapi sangat berkarakter  bagi saya.

Jeff Bridges yang berperan sebagai dr. Mark Powell juga membuat karakter nya semakin hidup, toh siapa juga yang meragukan totalitas akting dari Jeff Bridges, dia juga aktor yang berpengalaman dengan berbagai prestasi. Meskipun cerita di K-Pax sedikit agak berlebihan, dan membuat karakter dr. Mark Powell lebih mirip detektif polisi ketimbang seorang psikiater, tapi bagi saya dua pemeran utama ini hidup karena memiliki chemistry yang pas.

Kesimpulan bagi saya K-Pax, cocok untuk para pecinta film expert yang menyukai tipe-tipe film open mind/open ending, dengan “menggantung”nya ending maka para penonton dipaksa berpikir untuk menciptakan ending yang pas untuk dirinya sendiri, meski genrenya Drama – Sci-fi, jangan berpikir ada efek luar angkasa yang ditimbulkan seperti film sci-fi lain, pengalaman luar angkasa yang dilakukan Prot diceritakan atau dituturkan sebagai data untuk meyakinkan keberadaanya sendiri sebagai makhluk luar angkasa tanpa pernah disimulasikan bagaimana prosesnnya.


Ending K-Pax versi saya yang paling ekstrim, Prot awalnya memang manusia yang depresi ketika anak dan istrinya dibunuh, namun ketika mencoba bunuh diri dengan menenggelamkan diri di sungai, Prot di selamatkan oleh alien hingga bisa hidup tapi dengan setengah kesadaran yang terbelah, setengah kesadaran sebagai manusia, setengah kesadaran sebagai manusia luar angkasa. (hanya opini saya saja).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar