Kamis, 24 September 2015

Downfall / Der Untergang (2004), Sinopsis dan Review

IMDB Rating : 8.3 Metascore : 82/100 demammalam rating : A Genre : Biography, Drama, War Director : Oliver Hirshbiegel, Writter : Bernd Eichinger (screenplay), Joachim Fest (Book)  Stars : Bruno Ganz, Alexandra Maria Lara, Ulrich Matthes,Country : USA  Language : German, Russian  Release Date : 16 September 2004 Filming Locations : Bavaria Studios, Bavariafilmplatz 7, Geiselgasteig, Grünwald, Bavaria, Germany Runtime : 156 minutes.  Color : Color Also Known As : Der Untergang, La Caida, Rate : R Noominated for 1 Oscar : Best Foreign Language Film



Sinopsis
Adolf Hittler, pemimpin kharismatik german di perang dunia ke-II yang hampir sukses menguasai Eropa eranya, di awal pertengahan 1945 mulai mengalami kekalahan satu persatu di seluruh penjuru Eropa, hingga akhirnya Nazi dan Hittler terjebak di bunker pusat kota Berlin, German.
Ditengah gencarnya serangan Tentara Merah Rusia, dan kemungkinan kekalahan yang dialami oleh German, sang diktator Hittler memimpin strategi perang dan membangkitkan harapan untuk semua pengikutnya, di balik nalurinya akan kekalahan yang perlahan bakal terjadi.


Review 
Downfall, atau pun judul bahasa germannya  Der Untergang menceritakan tentang proses kejatuhan ataupun kekalahan yang di terima German di Perang dunia ke-II. Sepert yang kita ketahui bersama, ada mungkin puluhan film yang mengambil tema Nazi, ataupun yang menceritakan tentang Hittler di Hollywood, tapi Downfall ini beda, meski latar belakang perang dunia ke II, tapi tidak satupun adegan perang terjadi di film ini, fokus film ini ialah sosok Hittler yang diambil dari sudut pandang sekretaris pribadinya Traudle Junge (diperankan, Alexandra Maria Lara), kita kenal Hittler sebagai sosok kejam bengis, sulit menerima pendapat dan tempramental, namun di film diperlihatkan sudut pandang yang berbeda dan lebih manusiawi seperti bagaimana Hittler memperlakukan wanita, menangis karena dikhianati, ataupun bernyanyi dengan anak-anak di Bunker.

Scene Downfall yang paling populer di dunia maya, berkisah tentang marah besarnya Hittler pada Jendral-jendralnya yang tidak mengikuti instruksi dan strategi perangnya 

Downfall, terbagi dalam beberapa plot cerita yang berkaitan satu sama lain, selain mengisahkan Hittler dan jendral-jendralnya, diperlihatkan juga tokoh asli (nyata) seperti dr. Schenk (diperankan Christian Berkel) salah satu pimpinan SS Nazi yang masih mempunyai hati nurani, tidak meninggalkan Berlin dan bergabung untuk merawat orang yang terluka, dr. Schenk juga digambarkan sebagai perwira Nazi yang masih “waras” untuk tidak mengikuti instruksi terakhir Hittler untuk bertempur hingga peluru terahir dan memilih menyerah. Juga sang sekretari pribadi Hitler sendiri, Traudle Junge yang diawal film diceritakan siap mati demi Hittler akhirnya juga bersikap realitis dan memilih hidup dan akhirnya menjadi sumber cerita kesaksian film ini.


Sebagai film termahal dalam sejarah perfilman German, Downfall menyajikan drama komplit, dengan sound editing mantap, tata lokasi dan make up yang membuat kondisi persis seperti kacaunya perang, pengambilan tata kamera yang brilian yang membuat setiap angle yang diambil menimbulkan kesan dan meletupkan emosi di hati penonton.


 
Bruno Ganz, yang sepintas perawakan dan mimik mukanya menyerupai sang Diktator, Adolf Hittler
Kredit khusus patut diberikan untuk pemeran Adolf Hittler, Bruno Ganz, Sang Aktor berkebangsaan Austria ini memiliki tinggi badan yang sama dan perawakan yang mirip dengan Hittler, Ganz sangat total dengan peran yang dilakoninya bahkan untuk mendalami perannya, Bruno Ganz konon membaca berbagai buku karya Hittler, diantaranya Mein-Kampf dan juga mengunjungi rumah sakit khusus penderita Alzhemeir (Hittler penderita Alzhemeir). Pemeran Magda Goobels, Corinna Harfouch “sang ibu paling pemberani di German” sukses menampilkan tokoh, dingin dan berkarakter yang mampu membuat kita menyeritkan dahi dan membuat bulu kuduk merinding.

Kelemahan film ini, meski memakan durasi 156 Menit tokoh pendukung yang diceritakan terlalu banyak, hingga nyaris tidak ingat siapa saja namanya, (mungkin karena sifatnya Drama-Biography), namun kebingungan penonton di bantu dengan kredit akhir di ending film yang menceritakan bagaimana akhir cerita para tokoh.


Bagi saya pribadi, rakyat German sangat beruntung sekali memiliki film seperti Der Untergang atau Downfall, menonton filmnya di masa akan datang layaknya seperti menonton arsip sejarah yang di filmkan, ingin rasanya ada film indonesia yang menyamai atau paling tidak 50% saja yang mengikuti kualitas film ini. ISR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar