Jumat, 14 Agustus 2015

The Sound of Music (1965), Review dan Sinopsis

Sinopsis
Maria (diperankan Julie Andrews), ialah seorang calon biarawati yang mempunyai kepribadian yang berbeda dengan biarawati pada umumnya, sifatnya yang periang, suka menari, mencintai alam dan petualangan membuatnya, akibatnya Maria sering mendapatkan masalah di lingkungan gereja.



Mother Abess (Kepala Biarawati) mengirim Maria ke rumah keluarga Kapten Von Trapp, yang baru ditinggalkan istrinya untuk membantu mengasuh ke 7 anaknya.

IMDB Rating : 8.0 demammalam rating : A Genre : Biography, Drama, Family
Director : Robert Wise, Writter :Georg Hurdalek, Howard Lindsay (Musical), Russel Crouse (Musical), Ernest Lehman (Screnplay), Maria Von Trapp (Novel)  Stars : Julie Andrews, Christopher Plummer, Eleanor Parker, Peggy Wood, Richard Haydn  Country : USA  Language : English, German  Release Date : 29 March 1965 (UK), Filming Locations : Bartelsmann, Salzburg, (Austria) Runtime : 174 minutes.  Color : Color
Oscar Wons : 5 (Best Picture, Best Director, Best Sound, Best Film Editing, Best Music Scoring of Music Adaptation of Treatment). Golden Globes Wons : 2 (Best Motion Picture – Musical/Comedy, Best Motion Picture Actress – Julie Andrews).

Review
                How do you solve a problem like maria ?

Bagi yang belum mengetahuinya, The Sound of Music ialah film musikal, artinya kondisi dimana suatu film narasi atau dialog dari suatu tokoh terkadang ditampilkan dalam nyanyian atau tarian, kalau di indonesia salah satu film musical yang paling memorable itu like as Petualangan Sherina. The Sound of Music, menghasilkan berbagai single atau lagu yang tetap diingat sepanjang masa, seperti Edelweiss, sixten to seventeen, sound of music, maria, atau do re mi.

Scene awal ketika Maria menyanyikan lagu Sound of Music
Di awal film, The Sound of Music menghadirkan salah satu pemandangan yang paling indah dalam sejarah perfilman abad ini, hamparan bukit hijau luas dikelilingin hutan dan danau sejauh mata memandang, indah dan menyejukkan mata meskipun saat itu kualitas video yang ditamplikan ala 1960an.


Syukur alhamdullilah bukit ini tenyata masih ada dan belum menjadi apartement, vila, atau perumahan subsidi 

The Sound of Music, mengambil latar tahun di akhir 1930-an Salzrburg Austria yang di akhir masa keemasan. Sekilas diawal cerita film ini terlihat hanya sebuah film drama keluarga biasa saja, namun tidak bagi saya, sekilas tak tampak mulai ada terasa perang ideologi dan perang batin terlihat bagaimana perjuangan seorang kapten Von Trapp (diperankan oleh Christopher Plummer) dengan idealisme dan harga dirinya mempertahankan identitas dan kebanggan “Austria”nya dari pengaruh Nazi yang mulai masuk ke negaranya. (seperti yang kita ketahui bersama di akhir tahun 1930an Nazi mulai merasuki tetanga-tetangga negaranya, termasuk Austria). Pengambaran perang ideologi dan politik ini dikemas manis dan ringan sehingga para penonton dibawah umur tetap mengerti dan tidak merasa berat kepala ketika menontonnya.

Julie Andrews aka Maria
Bicara soal peran dan karakter, tentu saja Maria yang diperankan Julie Andrews sangat sangat sangat (harus 3 kali) luar biasa, (meski peran Maria sangat mirip dengan tokoh Marry Poppins yang juga diperankan oleh Julie Andrews di tahun sebelumnya), saya sulit mencari kata-kata yang pas, bagi yang melihat film ini tentu akan merasakan perasaan yang sama terhadap tokoh ini.

Untuk peran Kapten Von Trapp, Christopher Plummer bermain sangat datar dan biasa saja, pengambaran karakter Kapten yang digambarkan seolah keras, disiplin, dan tegas. Kurang dirasakan bagi saya (entalahlah bagi para penonton).

Penutup dari saya, terserah apapun genre favorit anda, The Sound of Music ialah salah satu film yang wajib anda tonton sebelum anda mati, bukan karena hanya cerita tetapi pesan-pesan moral yang kuat di dalam nya.

1 komentar:

  1. yo, ntap vroh review singkat nya, salam kenal dari tetanga sebelah http://www.reviewdansinopsis.com/ kalo sempat mampir ya^^

    BalasHapus