Jumat, 23 Januari 2015

Review Dog Day Afternoon : Ketika Perampokan Menjadi Sirkus Media

Sekitar bulan januari 2015, secara tidak sengaja saya membaca tentang artikel oscar mengenai beberapa kemenangan oscar pada orang atau film yang salah, dari beberapa nama dan flm, entah kenapa saya tertarik film Dog Day Afternoon terutama pada sosok John Cazale yang di artikel tersebut layak menerima oscar untuk pemeran pembantu pria terbaik di tahun 1976, padahal beliau tidak dinominasikan di ajang tersebut (bagaimana artikel ini berani memberi oscar pada beliau sementara untuk mendapatkan nominasi pun tidak) juri lebih menominasikan Chris Sarandon di Film ini, padahal beliau muncul sebentar tapi penting memang, selain itu faktor Al Pacino yang juga mendapatkan nominasi Oscar membuat rasa penasaran saya untuk menonton film tersebut, dan saya ingin berbagi review tentang Dog Day Afternoon.

Plot: Suatu sore, Sonny dan temannya, Sal, merampok bank -- di luar rencana, situasi memanas menjadi penyanderaan dan mereka terjebak dalam sirkus media (IMDb).

Sutradara : Sidney Lumet
Penulis Naskah : Frank Pierson, P.F. Klugle (Artikel)
Aktor dan Aktris : Al Pacino, John Cazale, Penelope Allen,
Nominasi Oscar : Best Original Screenplay (Menang),
Best Picutre, Best Actor, Best Supporting Actor, Best Director, Best Film Editing

Dog Day Afternoon di kisahkan dari kisah nyata perampokan bank di Brookyln, NY yang terjadi di tahun 1972 yang di muat di artikel yang berjudul “The Boys in The Bank” yang dipublikasikan oleh majalah Life do tahun 1972. Sebagai informasi meraih 1 oscar untuk kategori “Best Orginal Screenplay” (aneh ketika film ini bersumber dari kisah nyata, menang skenario orignal terbaik, seharusnyakan menang skenario adaptasi terbaik ?), dari 6 nominasi oscar terutama film terbaik dan sutradara terbaik.


John Cazale (Kiri) berperan sebagai Sal, mitra dari Sonny (Al Pacino) yang
dianggap punya latar belakang kriminal berbahaya, menampilkan sosok dingin, kaku, kikuk serta ketakukannya akan kembali ke penjara.
Chris Sarandon berperan sebagai Leon, merupakan kunci dari Fim ini
Menonton film ini seolah menyasikan film dokumenter, sang sutradara Sydney Lumet tidak menampilkan musil latar, semua diarahkan ke kondisi se-nyata mungkin, dialog yang di bangun, pengambilan gambar, dan karakteristik tokoh dibuat tidak ada yang sia-sia. Sang sutradara mampu membuat sosok penjahat yang kita yakini akan gagal menjalankan aksi perampokannya, berubah menjadi pahlawan, kemudian dengan cepat berubah menjadi bahan cemohaan masyarakat (dengan permainan media tentunya). 


Pelaku dan Pemeran Film, Sonny yang diperankan Al Pacino menampilkan karakteristik pimpinan penjahat yang terkesan tanpa rencana dan bingung karena dibebani untuk mengambil semua peran dari mulai menenangkan sandera, mendinginkan rekan, menjadi negosiator serta memikirkan ide kelanjutan kejahatannya,  saya pikir andai bukan Al Pacino yang memerankan karakter Sonny mungkin tak kan semaksimal ini
Saya bukan orang yang sentimentil tapi jujur saja perasaan saya sebagai penonton mengalaminya dari mulai antipati, menjadi simpati terutama ketika Sonny (Al Pacino) berorasi di depan Bank yang di rampoknya sambil berteriak “Attica!!, Attica!!, Attica” yang mengingat para penduduk dan penonton di perampokan tersebut  tentang tindakan brutal para polisi yang tidak mengutamakan kepentingan dan keselamatan sandra di salah satu perampokan bank yang terjadi di waktu silam.


Al Pacino di Scene Attica, sangat getir dan membangkitkan emosi menurut saya
Bagi para penikmat film watak yang lebih mengandalkan pada kuatnya skenario, karakteristik tokoh, serta adegan-adegan yang hidup saya sarankan untuk menonton film ini, saya tidak akan berpanjang lebar karena bagi saya ini adalah film yang penuh kejutan di dalamnya yang sayang jika di spoilerkan untuk para pembaca saya.

Terima Kasih
Medan, 23/01/2015
I.S Ritonga

NB. Untuk download Dog Day Afternoon bisa di coba website disini 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar