Minggu, 25 Januari 2015

5 Peristiwa di Indonesia Yang Layak di Filmkan

Indonesia akan berusia 70 Tahun di tahun ini, usia yang sudah sepuh jika kita sejajarkan dengan manusia, banyak peristiwa manis pahit getir yang dialami bangsa ini yang tidak mungkin saya tuliskan satu persatu, dan anehnya masih sedikit sekali para sutradara dan penulis naskah di republik ini yang mau  mengangkat kisah kisah nyata yang membanggakan atau pun kisah yang memilukan terjadi pada bangsa ini baik mencoba menampilkan atau menerangkan sejarah ataupun sebagai inspirasi tanpa terkait akan sejarah (contoh industri Hollywood menampilkan berbagai macam film tema Nazi-German dengan berbagai versi dari mulai versi narasumber hingga versi liar sang penulis naskah). Kali ini saya coba tampilkan 5 peristiwa yang layak menjadi inspirasi pagi para sineas di Indonesia

Emas Olimpiade Pertama Indonesia (Barcelona, 1992)

Banyak sineas indonesia mengangkat tema film tentang sepakbola, mungkin sudah ada belasan film dari mulai tentang suporter jakmania dan bobotoh yang sedang jatuh cinta, atau tentang lelaki yang habis uangnya karena judi bola, atau seorang anak yang punya mimpi jadi pemain profesional.

Namun untuk tema bulutangkis, masih amat jarang (hanya 1 film saya ingat). Bagi para pengamat prestasi bulu tangkis kita di belakangan tahun ini jarang di tempat, saya pikir dengan membuat film tentang keberhasilan pasangan atlet indonesia ini mungkin dapat mengangkat kembali semangat para atlet Badminton untuk lebih berprestasi kedepannya. (Agar lebih menarik, bisa ditambahkan bumbuh kisah cinta tentang mereka berdua)


Pembajakan Pesawat Garuda 206 (Bangkok, 1981)

Peristiwa ini merupakan peristiwa pembajakan pesawat berlandaskan jihad pertama di Indonesia dan satu-satunya sampai sekarang ini. Insiden ini terjadi selama 4 hari dari 28 - 31 Maret, Garuda 206 mulai dibajak ketika perjalanan antara palembang - medan, mungkin kisah selengkapnya bisa di googling.

Alasan di filmkan, ini bakal jadi film sangat keren selain bisa menampilkan kehebatan skuad kopassandha saat itu, ini juga bisa jadi permainan watak dan psikologis antara sang pilot sebagai negisiator, para pembajak, dan sandera (para penumpang). sayang karena berbau motif agama saya yakin sulit namun masih banyak pelaku yang masih hidup yang bisa memberikan gambaran bagaimana situasi, jika ditunda dan hanya bersumber dari tulisan-tulisan saya pikir banyak fakta sejarah yang akan kabur.

Penyanderaan Awak Media dan Tewasnya Ersa Siregar (Aceh Timur, 2003)

Alasan : Ini peristiwa kelam dalam sejarah media massa dan kebebasan pers di Indonesia, jauh sebelum pers di negara ini bergerak liar dan kebablasan dewasa ini. Ersa Siregar (Reporter) dan Ferry Santoro (Juru Kamera) di sandera oleh kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM) selama 11 bulan sejak tanggal 29 Juni 2013, dan Ersa Siregar tewas tertembak saat konfrontasi GAM-TNI.

Menarik jika di filmkan, baik dari sisi pengalaman mereka berdua yang harus keluar masuk hutan bersama para GAM dan sandara lainnya, beberapa kali terlibat konfrontasi dengan TNI, ataupun dari sisi gagalnya negosiasi antara pihak GAM dan TNI, hanya karena alasan titik temu. Menarik bukan ?

Krisis Ekonomi Indonesia (Krisis Moneter, 1998)

15 Januari 2015, telah diputar film berjudul "Dibalik 98" yang disutradari oleh Lukman Sadri, saya belom sempat menonton jika dilihat trailernya sepertinya cerita tentang kerusuhan dan aksi di tahun tersebut.

Bagaimana jika dilihat sisi lain ? coba bayangkan ketika suatu film yang bisa menggambarkan bagaimana suasana getirnya para korporat dan pelaku usaha yang kebingungan, atau suasana horor di pasar modal ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) anjlok ke titik terendah, 292,12 poin, pada 5 September 1998, suasana di Pasar Uang, yang menaikkan Suku Bunga Bank Indonesia yang berdampak banyaknya bank yang tutup saat itu atau bagaimana hubungan IMF dan Pemerintah saat itu. 

Tragedi Sengkon-Karta

Alasan Layak di Film kan tak lain adalah Kisah Sengkon dan Karta adalah salah satu kisah tragis dan memalukan dari sistem peradilan di Indonesia, Kriminalisasi seseorang yang tidak bersalah sepertinya menjadi bagian tidak terpisahkan dan rahasia umum dari sistem penegakkan hukum di Indonesia (mirip seperti yang terjadi sekarang ini).

Sistem interogasi kepolisiaan di republik ini yang lebih mengutamakan dan mengandalkan kehancuran fisik para tersangka, membuat para tersangka berteriak "ampun" andaikatapun jika para pelaku interogasi bertanya "Kamu Perempuan kan ?" pada para tersangka sambil menerjang perut dengan sepatu tebalnya itu. saya yakin tersangka manapun akan menjawab "iya" agar sisksaan itu berakhir.

Inilah 5 Kisah yang saya pilih, adakah opsi lain yang dimiliki teman-teman ?

Medan, 25/01/2015
I.S Ritonga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar