Senin, 01 Desember 2014

Skuad Alternatif Tim Nasional Indonesia

Tulisan ini jauh dibuat sebelum gelaran piala AFF 2014

Indonesia Super League resmi berakhir dengan menyisakan Persib Bandung sebagai juara, final yang sangat dramatis, Persib dan Persipura keduanya bermain dengan sangat baik, kredit khusus untuk Persipura yang mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2, ketika bermain hanya dengan 10 orang. dan untuk menyambut gelaran Piala AFF yang sebentar lagi akan di selenggarakan, saya akan menyajikan 11 pemain yang bisa menjadi skuat alternatif indonesia, (berdasarkan pengamatan dan subjektifitas pribadi)


Formasi 5-3-2 (Wingbacks Role Mode)

Kenapa memilih formasi bertahan ? dari pengamatan saya sebagai penonton sepak bola (catat:cuma penonton) indonesia selalu tidak punya pakem sepak bola yang jelas dengan bermain seperti apa, kali ini saya mengusulkan  jika kita bermain Free Wing Role, dengan memanfaatkan kreativitas dan kecepatan para pemain sayap, dan para pemain diberi beri kebebasan untuk mencetak gol tanpa membebani tugas itu pada striker.

Kunci dari strategi ini ialah,
  • pos wingback akan menjadi target sasaran bagi para lawan, untuk itu perlu dua gelandang dengan mobilitas dan kemampuan defensif yang diatas rata-rata
  • Stamina dari para pemain (terutama gelandang, dan wingbacks) harus yang terbaik karena berlari terus dan menjaga diri tetap fokus
  • Dibutuhkan Striker kreatif, dengan atribut komplit, selain lihai membuat peluang juga mampu menciptakan ruang untuk gelandag serang dan para pemain sayap
  • Wingbacks harus punya keseimbangan bertahan dan menyerang sama baiknya, 



Kiper : I Made Wirawan (Persib Bandung)
di posisi penjaga gawang saya memilih I Made Wirawan, kenapa tidak Kurnia Mega ? menurut saya Mega memang masih kiper terbaik di ISL, namun perlu sedikit dapat bimbingan agar tidak terlalu emosional, akibatnya sering gegabah mengambil keputusan. I Made berada di usia puncak seorang kiper 33 tahun, I Made punya ketenangan dan tidak "nakal" pada pemain lawan, sayangnya I Made masih sering terlihat kikuk atau gugup ketika menghadapi pertandingan besar. Sekali lagi mencari pelatih untuk meningkatkan kepercayaan dan mental pemain diperlukan untuk skuad indonesia di masa akan datang.

Bek : Manahati Lestusen (Persebaya)
Pertama kali menyaksikan Manahati saat memperkuat Timnas U-23 di Sea Games 2013, dengan tubuh yang kurang proposional untuk seorang bek tengah, dengan tinggi hanya 164 cm manahati sanggup meladeni duel udara dengan penyerang lawan, kemampuannya untuk melakukan vertical jump dengan baik dan timming yang tepat juga topang dengan keahlian mengintercept dan membaca pergerakan lawan, punya marking yang bagus, dan kecepatan diatas rata-rata. kelemahan dikarenakan masih berumur 20 tahun, terkadang tidak terkontrol emosi sehingga melakukan foul tidak penting. Pemain ini bisa melakukan semua posisi di lini pertahanan, bek tengah, bek sayap, atau gelandang bertahan, yang disayangkan sekarang ini beliau sering di mainkan sebagai gelandang bertahan di klubnya. Dengan usia yang masih muda, sepertinya bakal menjadi aset untuk sepakbola di timnas kita kedepannya.

Bek : Ahmad Jufriyanto (Persib Bandung))
Sukses membawa Persib juara melambungkan Jupe, duetnya bersama Vujovic menjadi sosok sentral dalam menjaga sektor pertahanan. sosoknya yang tenang dan dingin menjadi nilai tersendiri untuk Juper, keberadaanya bisa menjadi pemimpin di lini belakang tim nasional indonesia. berada di usia matang, patut ditunggu kontribusi kontribusinya untuk Tim Nasional kedepannya.

Bek : Septia Hadi (Semen Padang)
salah satu bek favorit saya, tipikal bek modern, tidak cepat tapi punya antisipasi dan intercept yang bagus, postur oke dan usia masih muda. Nilai plus untuk Septia Hadi selain handal sebagai bek tengah juga memiliki spesialisasi set piece baik untuk umpan atau tendangan langsung ke gawang, sangat menggunakan tim nasional indonesia yang membutuhkan eksekusi set pieces untuk penendang berkaki kiri.


Gelandang Bertahan : Juan Revi (Arema Malang)
Sosok gelandang bertahan enerjik khas yang dimiliki indonesia, berlari berlari dan berlari, di klubnya Juan dijuluki oleh suporter sebagai Tukang Jagal, sangat pas memang jika melihat pergerakannya tackling dan kemampuannya merebut serta mengganggu penguasaan bola pemain lawan. Dengan stratergi yang menempatkan pos serangan dari Wing Back tentunya mempunyai Gelandang Bertahan yang agresif memotong dan menghalau serang menjadi sebuah keharusan, kita tunggu apakah pelatih tim nasional selanjutnya mau memanggil beliau.

Gelandang Bertahan : Kim Jefri  (Pelita Bandung Raya)
Awalnya saya pikir Kim adalah pemain sepak bola dengan modal wajah ganteng dan skill bola pas-pasan, muncul bersama Irfan Bachdim sebagai pesebakbola asing yang punya darah indonesia dan memutuskan membela indonesia terutama di tambah dengan berita yang overrated dan prediksi saya akhirnya salah ketika Kim membela panji PBR, dengan tangan dingin coach Dejan Antonic, melihat talenta kim yang ternyata sangat cocok bermain box to box ataupun lebih ke dalam. Kim pun bertransformasi menjadi dari gelandang serang menjadi gelandang dengan mobilitas dan daya jelajah yang tinggi di topang stamina yang kuat rasanya keberadaan Kim di skuad ini menjadi sosok sentral baik dalam menahan serangan lawan atau memulai serangan tim.


Wingback Kanan : Ruben Sanadi (Persipura)
Cepat, kuat, tak kenal ampun. itulah 3 kata dari saya untuk menggambarkan Ruben Sanadi, bermain menyisir sayap kanan, menggalang kekuatan serangan dari sayap. Kuat dalam bertahan, dan terus membantu penyerangan, ditunjang speed oke dan skill mumpuni. Sayangnya Ruben punya masalah dalam kedisplinan dan kontrol emosi masalah nya dengan Dendi Santoso sepertinya menjadi kartu kuning untuk karir Ruben Selanjutnya.

Wingback Kiri : Alfin Tuasalamony (Persebaya)
Namanya mulai dikenal publik setelah penampilan apiknya di Sea Games Myanmar 2013, dengan drible dan kemampuan mengolah si kulit bundar diatas rata-rata menjadikanya sebagai idola baru bagi suporter, posisi asli Alfin adalah bek kanan, namun dengan skill, kecepatan, dan driblling yang dia miliki sepertinya akan lebih menakutkan jika dipasang sebagai Wingback Kiri, selain bisa melakukan Cut Inside lebih mudah, serta memberikan umpan-umpan terobosan untuk para penyerang tim. 


Gelandang Serang : Evan Dimas 
Indonesia patut berhutang budi dengan coach Indra Syafri (eks Pelatih Timnas U-19), karena menemukan salah satu pemain bertalenta yang pernah ada di Indonesia, playmaker sejati. Siapa tidak kenal Evan Dimas ? sebagai pesepakbola berposisi sebagai playmaker beliau bisa dikatakan yang terkomplit yang pernah ada, saya pikir keberadaannya di Timnas menjadi motor serangan baru jika ingin mengubah pola permainan dengan umpan-umpan pendek dan terobosan, meninggalkan pakem umpan lambunga tak jelas khas indonesia, keberanian Dimas untuk melewati pemain lawan, lihai menciptakan dan memanfaatkan peluang, Evan Dimas menjadi kepingan puzzle yang di ciptakan untuk Tim Nasional Indonesia

Penyerang : Samsul Arif (Arema Malang)
Sebagai Runner-Up Top Skor ISL 2014 sepertinya sudah menandakan kualitas yang dimiliki oleh Samsul Arif, menjadikannya juga menjadi top skor pemain lokal di ISL dan juga top skor di klubnya sendiri padahal di Arema berjejer pemain top di lini serang dari mulai Beto, "El Loco" Gonzales, serta Gustavo Lopez. Syamsul di kenal karena kecepatan dan keberanian melakukan dribling, selain mampu bermain melebar juga dapat bergerak sebagai finisher untuk menutaskan peluang.


Penyerang : M. Nur Iskandar (Semen Padang)
Putra asli papua ini, dikenal sebagai penyerang gesit, punya kecepatan bagus dan juga merupakan predator ulung di kotak pinalti, selain bisa bermain di tengah sebagai striker utama, Nur Iskandar juga mampu bermain di belakang striker serta bermain melebar untuk membuka ruang, gol tendangan bebasnya ke gawang Arema di Penyisihan Grup ISL 2014 juga memberikan isyaratnya sebagai eksekutor bola mati.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar