Selasa, 14 Oktober 2014

Review Film 12 Angry Men (1957)

Dari 15 urutan film terbaik sepanjang masa versi IMDB, ada 2 Film yang hingga saat ini tidak sempat saya lihat pertama The Good, the Bad and the Ugly (1966) dan 12 Angry Men (1957), jika film pertama saya berhalangan karena data filmnya korap dan yang kedua karena saya tidak dapat subtitle yang pas. Dan kemarin 13 Oktober 2014 ketika disuatu malam saya cek file lama dan browsing sebentar di internet akhirnya dapat juga subtitle yang pas.

 Jika dilihat sekilas dari sipnosisnya mungkin tidak ada istimewanya dari film tersebut dan nyaris tidak menghasilkan keuntungan apa – apa bagi pemain dan produser dari info yang saya dapat budget film ditaksir 350ribu Dollar dan hanya menghasilkan pendapatan 1 juta Dollar.

Jalan Cerita :

          Suatu Kasus pembunuhan tingkat pertama terjadi, dimana seorang terdakwa berusia 18 tahun di dakwa membunuh ayahnya, seluruh bukti dan saksi memperkuat kenyataan bahwa anak tersebut adalah pelakunya, dan 12 Pria berlaku sebagai juri dari berbagai latar dan kepentingan berbeda untuk memutuskan terdakwa bersalah atau tidak bersalah (Saya tidak mengerti masalah hokum di amerika, dari diskusi dengan sahabat jika system peradilan menggunakan penjurian yang diambil dari masyarakat sipil dan dimasa itu (1957) wanita belum diperbolehkan). Sekilas penjurian akan berlangsung cepat dan mudah hingga pimpinan juri, juri 1 (diperankan martin balssam) langsung memutuskan pemutungan suara terlebih dahulu dan diperoleh posisi 11 bersalah dan 1 tidak bersalah, juri 8 (diperanakan henry fonda) meragukan apakah anak itu benar – benar bersalah atau tidak. Cerita pun bergulir dengan perang argument, analisa serta fakta-fakta yang disingkirkan selama persidangan.


IMBD Rating ; 8.9/10
Pemeran :  et al.
Sutradara : 

3 Nominasi Oscar 1958: Best Picture, Best Director, Best Writing

Review Saya :
          Sedarhana tapi brillian. Anda bisa bayangkan dengan durasi 96 menit, 93 menit dihabiskan dalam 1 ruangan dengan kondisi kipas pendingin mati, asap rokok dan cuaca yang panas dimana di ruangan tersebut 12 orang yang berdiskusi menentukan nasib nyawa seorang manusia. Saya tidak mampu berkata – kata andaikata- kata, andai kata bukan dikerjakan oleh ahlinya, percayalah kita akan tertidur 5 menit awal, tapi tidak bayangkan saja saya menonton ini di smartphone saya (blackberry Z3) kondisi saya sedang bekerja dan saya sampai ngular karena tidak bisa berpaling dari film ini, kondisi yang jarang atau tidak pernah saya alami sebelumnya.

Hendy Fonda (juri 8)


          Kenapa saya bisa seperti itu ? karena di film ini sutradara Sydney Lumet, penonton disuguhi dialog – dialog cerdas tanpa merasa bosan (bahkan beberapa dialog terkesan investigasi detektif) ada tempo naik turun sepanjang film. Sang sutradara juga menciptakan kondisi  dimana para penonton seolah – olah diplot untuk menjadi juri ke – 13, dan saya pastikan sepanjang anda menonton akan berargumen (mungkin dalam hati) terhadap kasus tersebut  
Standing Aplause juga saya berikan pada para pemeran ke – 12 juri, yang mencerminkan berbagai karakteristik pribadi dari manusia, ada pemarah, pendiam, peragu, baik hati, egois, bijaksana, suka seenaknya, gesture mimik wajah para pemain semua dilakukan dengan sangat baik oleh para pemain. Bisa anda bayangkan ? sebuah film dengan 12 pemain dalam suatu ruangan ? dipastikan kekuatan film adalah dari naskah dan pemain.
Saya tidak mau panjang lebar mereviewnya anda harus menontonnya.

Catatan Saya :
-      Musyawarah untuk Mufakat, melihat film ini saya seperti melihat apilkasi penerapan sila ke-4 pancasila, dimana peserta musyawarah diajak bersuara bulat terhadap suatu hal. Ironi di negeri ini, ketika sepertinya voting adalah jalan satu-satunya cara yang ada untuk masalah tanpa musyawarah yang baik.
-      Minoritas belum tentu salah, mayoritas belum tentu benar. Juri 8 (henry fonda), yang satu-satunya memilih tidak bersalah mampu meyakinkan satu persatu juri dengan argument dan diskusi yang dia buat satu quote yang saya sangat suka “I'm not trying to change your mind. It's just that... we're talking about somebody's life here. We can't decide it in five minutes. Supposing we're wrong?” untuk membuat suatu keputusan besar dan tepat apalagi menyangkut nyawa orang lain tidak boleh terburu-buru dan menyingkirkan fakta yang ada.
-      Hindari sentiment pribadi terhadap pengambilan keputusan. Logika bukan berarti membuang jauh – jauh prasangka hanya saja logika akan tumpul bila dihadapkan terhadapa kepentingan atau masalah personal.
-      12 Angry Men mengajarkan untuk menjadi sebuah film yang hebat tidak perlu belahan dada wanita dimana-mana, adegan baku tembak, kisah lebay dan teknologi canggih.
-      Setelah menonton ini pasti anda akan membuat reviewnya juga

Nilai Saya : Wajib Nonton Sebelum Anda Mati

Kriteria Penilaian Saya :
-      Wajib Nonton Sebelum Anda Mati
-      Wajib Nonton
-      Biasa Aja Tapi Bolehlah
-      Biasa Banget
-      Boleh di Tonton jika tidak ada Film lain
-      Tidak Usah Buang Waktu Anda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar