Rabu, 01 Mei 2013

Review Film Minggu Ini – Django Unchained (2012) –

Karena saya bingung untuk memulai tulisan darimana, saya mulai dari koleksi film hasil download  saya yang (kadang) saya tonton tiap minggunya, dan saya akan memberikan penilaian secara pribadi dengan alasan apapun terserah saya sendiri apakah film tersebut layak anda tonton atau tidak, terdengar egois ? terserah saya donk ini juga blog saya.. anda Cuma baca saja terima atau tidaknya terserah anda.

Seminggu ini masih saya habiskan dengan mendownload berbagai film random multi Negara, dari mulai produksi Hollywood sampai produksi KK Dheraj (pernah denger  ? iyah.. film gag mutu itu.. tau kan ? itu loh… film semi-bokep dan horror Indonesia… kenapa saya downloadnya ? suka saya donk..) kadang saya juga bingung jumlah film di hardisk sudah memakan kapasitias ¾ dari total jumlah hardisk yang ada ? jumlah filmnya ? ah.. terlalu banyak untuk disebutkan..

Kadang saya berpikir film-film yang saya download ini mubazir, dan mubazir itu sifat setan.. sempat terpikir di akhirat nanti film-film ini bersaksi bahwa mereka disia-siakan tidak diperlakukan adil antar sesama film, padahal dalam Islam kita Cuma di perbolehkan memiliki 4 film (ltu istri mas… istri…), tapi saya pikir gag mungkin soalnya  film-film iini sampai ke tangan saya melalui jalan haram. Okeh saya langsung saja ke film yang baru saja saya tonton beberapa waktu ini :




Django Unchained (2012)
Tidak sia-sia penantian saya selama bersabar untuk mendownload versi dvdrip-nya, sempat ditawarin versi cam namun saya tegas menolak, mendownload memang suatu tindakan pembajakan namun menonton film dengan kualitas cam itu tindakan terkutuk di Mata Tuhan. apalagi film dibintangi oleh Jamie Foxx, ,  sepertinya sebuah garansi film dengan budget yang diprediksi hampir 100 juta dollar.


Kutipan Isi Film dari Wikipedia :
                Django (Jamie Foxx) adalah seorang budak yang tinggal di Deep South setelah dipisahkan dari istrinya, Broomhilda (Kerry Washington). Saat Django diperjualbelikan dalam lelang budak, Dr. King Schultz (Christoph Waltz) – seorang pemburu bayaran Jerman yang memanfaatkan bekas profesinya yang dulunya seorang dokter gigi sebagai kedok – membebaskan Django dari majikannya yang keji, dan dari Speck bersaudara (James Remar dan James Russo). Schultz kemudian meminta Django untuk membantunya dalam membunuh Brittle bersaudara, geng pembunuh sadis yang diketahui Django. Sebagai imbalannya, Schultz akan membebaskan Django sepenuhnya dari perbudakan dan membantu menemukan serta menyelamatkan Broomhilda dari Francophile Calvin Candie (Leonardo DiCaprio) yang brutal, pemilik Candyland; sebuah perkebunan tempat para budak laki-laki dilatih untuk bertarung dan budak perempuan dipaksa untuk melacurkan diri.[5] Django setuju, dan mereka berdua berpetualang untuk menemukan Candie dan geng Brittle.
Catatan :
-          Chirstoph Waltz sangat berperan sangat penting sekali membangun dan menghidupkan cerita film ini, dan saya secara subjetikf sangat suka logat jerman yang dibawakannya. Saya pikir perannya sebagai Dr. King Schultz di film ini layak untuk diganjar penghargaan bergengsi dia ajang apapun.
-          Adegan tembakan yang saya rasa sangat pas untuk film yang juga mengambil sub tema pembunuh bayaran, atau bounty Hunter (pemburu hadiah), tidak berlebihan dan membabi buta dalam membunuh buronan hanya tembakan-tembakan efektif dilawan dan terlihat logis di mata penonton.
-          Adegan Tembakan pistol Dr. King Shlutz  ke Francophile Calvin Candie (Leonardo Dicaprio) yah.. saya sempat berpikir karena film ini sangat banyak adegan pistolnya maka ending akan berakhir dengan tembak menembak antara peran utama protogonis dan antagonis.. tidak salah scene terakhir memang adegan brutal tembak menembak bahkan ditutup dengan ledakkan ekspulsit.. tapi peran utama Django tidak membunuh Calvin Candie, calvin sudah dibunuh ketika Dr. King Schlutz terpancing emosinya ketika proses negosiasi untuk pembelian broom Hilda (istri django).. ambil pelajaran disini, seberapa kuatnya kita dalam proses negosiasi kita harus tetap tenang tidak memancing emosi pihak yang kalah dari negosiasi tersebut, karena cara orang menyalurkan emosinya bisa berbeda-beda salah satunya caranya MEMBUNUH.
-          Adegan action membabi buta di scene terakhir cukup menutup film dengan manis, apalagi korban terakhir yang dibunuh (dengan cara diledakkan) adalah seorang kulit hiitam juga, namun bukan budak seorgan yang merdeka dan menjadi tangan kan calvin candle.
-          Rasanya mengangkat film dengan tembak perbudakan dan perbedaan warna kulit sesekali perlu, tidak hanya meproduksi film dengan mengandalkan digitalisasi saja bukan bermaksud mendukung perbudakan (malah kita tolak perbudakan donk) namun agar tidak terulang kembali dan mengingatakan dahulu kala manusia pernah bertingkah lebih biadab dari binatang, kapan manusia bisa bertingkah seperti binantang ? ketika manusia lupa mengingat hak orang lain.
-          Seperti yang kita lihat ? film dengan unsure koboi bukan hal yang jadul (asal jangan coboy junior jadi film, tapi saya denger katanya coboy junior mau buat film, yah.. mudah2an bukan film horror sex ala Indonesia gag kebayang di kepala saya iqbal coboy junior adegan ranjang ama nikita mirzani)

Okeh, saya pikir film ini wajib di tonton..
Saya berikan nilai 8.5 dari skala 10 (8.5/10)
                Karena durasi film ini cukup lama sekitar 2 ½ jam saya sarankan ketika menontonnya membawa makanan yang menghabiskan durasi waktu ketika memakannya misalnya kacang yang belum digoreng, mie instan yang masih berbentuk tepung atau apapun.. biji bunga matahari juga boleh.
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar