Minggu, 27 Mei 2012

Tips Sukses dan Berhasil KKN

Mengawali posting perdana di tahun ini, saya akan berbagi tips mengenai kegiatan KKN, bagi kawan-kawan blogger yang belum tau kkn akan saja jelaskan seadaanya. KKN itu Kuliah Kerja Nyata (pasti ada yang mikir kkn itu singkatan dari Korupsi Kolusi Nepotisme, gag salah sih Cuma gag itu yang kita bahas sekarang). Bisa dikatakan di kampus kami (sebut aja universitas Andalas), KKN merupakan kegiatan wajib yah ibarat syarat TAMAT. Nah, sebagai orang yang udah kkn saya akan berbagi tips untuk adek-adek dan junior-junior yang akan berjibaku di desa sana.



1. Jaga Sikap dan Tingkah Laku
Nah, ini merupakan syarat mutlak bagi siapapun dan dalam kegiatan apapun, seperti yang kita ketahui bersama di Republik ini terdiri dari berbagai jenis suku bangsa, semakin beragam sukunya, beragam pulak prilaku yang ada, semakin beragam prilaku semakin beragam pulak isi otaknya. Nah, untuk mensiasatinya maka diusahakan kita bersikap sebagai orang yang pengen mencari ilmu, karena sesungguhnya inti kkn itu bukan proses kita mengajari masyarakat tetapi BELAJAR BERSAMA MASYARAKAT dan menikmati kearifan lokal budaya masyarakat tersebut. (berat kata-katanya bah)
Contoh konkretnya :
- Jangan banyak gaya, tinggalkan atribut2 yang berbau kemajuan kota (misalnya dalam berpakain mohon jangan lebay2 kali ala vokalis band atau pamer paha ala girlband dan jangan sampe pake make up tebal kayak syahrini gag enak juga ditengok sumpah!)
- Jaga Batasan dengan lawan jenis. Ada istilah sedeng bagi mahasiswa di kampus saya, KKN = Kisah Kasih Nagari (nagari, disumbar diartikan sebagai desa/kelurahan). Kenapa muncul seperti itu ? kira2 seperti ini pen jelasan singkatnya.
Tatap -Tatapan – Komunikasi – Cerita2 – Tengok-tengokan – Boncengan – Ketauan Mesum (mohon yang terakhir jangan).
Banyak kasus, diberbagi lokasi kkn di wilayah sumatera barat, mendapat teguran dari masyarakat bahkan tingkat kronisnya di usir dari lokasi kkn karena terlalu dekat hubungan laki2 dan wanitanya... (dekat bukan dalam konotasi pihak laki2 dan perempuan sedang berpelukan, tetapi dekat bisa diartikan komunikasi tanpa jarak dan tak mengenal norma).
Misalnya : cekikikan (baca : ketawa-ketiwi) di posko KKN sampe jam 12 malam sambil mutar lagu iwak peyek disertai joged dan kostum ala trio macan (pasti diusir masyarakat).

2. Jaga Independen Kita
Mahasiswa itu Independen! BEBAS! Dan Berdiri Sendiri! paling2, Cuma bawa bendera alamamater ama fakultas kita lah. Ingat saat pelaksanaan KKN mahasiswa terkadang dihadapkan pada berbagi situasi seperti :
- pelaksanaan pemilihian wali nagari/kades/lurah/bupati et al.
- pelaksanaan pemilu partai politik.
Tidak hanya itu, terkadang bisa jadi di tempat kita kkn, pimpinan wilayah tersebut sedang terkait kasus korupsi atau kasus apapunlah (maling sandal pun boleh) maka mahasiswa dijadikan alat untuk pembersihan nama baiknya. Ngak enak kan ?
Bukannya saya melarang anda ikut-ikutan hal tersebut, Cuma sebagai pertimbangan aja saya berikan contoh kasus !
Misalnya ada mahasiswa peternakan dapet sokongan dana dari salah satu partai politik. Nah disaat melakukan penyuluhan tentang Inseminasi Buatan pada sapi anda juga dituntut untuk kampanye tentang nasdem, bisa seperti ini jadinya :
Mahasiswa Peternakan : “bapak-dan ibu, sebelum kita meng-IB sapi, kita harus melihat tanda-tanda sapi birahi, agar jelas dan nampak akan saya putarkan videonya sapi yang sedang birahi”
Sambil cari file sapi birahi di laptopnya mahasiswa teringat tentang tugas kampanyenya maka diputarlah rekaman video nasdem selama 1 jam lamanya..
Masyarakat : 0____________________________0 (nonton sambil salto dan kayang)
Maka setelah program kkn mahasiswa peternakan tadi masyarakat hanya tau, bahwa tanda sapi birahi adalah NASDEM GERAKAN PERUBAHAN!!!
Oke contoh kasusnya terlalu eksterim. Kita buat contoh simpel aja..
Bayangkan ketika menjalankan program, mahasiswa harus membawa embel2 partai kemana2, pasang umbul2, bagi-bagi kaos gratis, kebayang berapa banyak tenaga yang terkuras, belum lagi harus membayar artis dangdutan buat memeriahkan acara. Repot kan ?

3. Jangan Gampang Bilang “IYA”
Kenapa saya beri tips seperti itu, di kalangan masyarakat pedesaan (ngomongnya sok pakar kali bah), biasanya apa yang kita ucapkan bakal dituntut oleh mereka. Maka kita jangan mau digiring oleh masyarakat tempat kkn kita untuk melakukan sesuatu yang tidak mungkin kita bisa lakukan. Contohnya :
- Memberantas korupsi di Indonesia
- Membubarkan FPI
- Menurunkan kemiskikan
- Memperbanyak lowongan kerja
- Memberi santunan pada pensiunan.
Lakukanlah program-program yang melibatkan masyarakat tanpa mengguri masyarakat tersebu \t, sehingga tercipta proses saling belajar antara mahasiswa dan masyarakat. Jangan berikan janji-janji dan harapan palsu kepada masyarakat karena jika masyarakat sudah kehilangan kepercayaan pada mahasiswa maka pada siapa lagi masyarakat harus berharap jika pemerintah berwacana kembali menaikan BBM ?

3 komentar: