Rabu, 26 Mei 2010

Padang Semakin Semak!!!

Rentang waktu beberapa minggu ini ada fakta menarik seputar kota padang kucinta dan kubela (kata pak walikota, bukan kata saya bagi saya Cuma medan yang di hati)... faktanya ialah bahwa PADANG SEMAKIN PANAS. Panas sekali, sangat panas mungkin imbang-imbang medan dikala siang hari, namun bedanya dimedan perjalanan difasilitasi dengan kereta (sepeda motor) sehingga dalam perjalanan akan terasa semilir angin (meski angin panas juga) dan kondisi di PADANG berubah 156 derajat. Dimana pagi-pagi saya harus berlari mengejar bus kampus, pulang berjalan dari Fakultas Peternakan sampai ke halte PKM UNAND terkadang juga harus berpanas-panasan berjalan dari gedung A sampai ke Mesjid Nurul Ilmi untuk menumpang tidur siang. Semua dilakukan demi pengorbanan dan juga harus BERPANAS-PANASAN!!! (Masya Allah....)



Efek dari panasnya kota padang berakibat pada rambut saya tercabik cabik (red: pangkas rambut) dari panjang sampe ke dagu, sekarang tinggal menyisakan beberapa helai rambut saja... yah.. ini akibat dari panas dan ego saya saja... tapi saya janji ini rambut pendek saya terakhir di tahu 2010.. karena ada kepikiran saya pengen manjangin rambut biar rada mirip ma dian sastro...
 foto saya sebelum mengalami degradasi rambut

f
foto setelah pangkas.. meratapi kepergiaan rambut tersayang

Oke ikhwatifilah... fakta menarik yang kedua ialah.. padang terasa semakin semak, sumpah semak sekali... tak lain tak bukan.. dikarenakan tanggal 30 juny 2010, padang (Sumatera Barat) akan melaksanan PEMILU GUBERNUR (bener ngak bahasanya ?)yang mempertemukan 5 calon dari berbagai jenis partai berbeda. Tapi saya menemukan sebuah kenyataan bahwa MASYARAKAT INDONESIA PADA UMUMNYA SUDAH TIDAK PEDULI DENGAN MASALAH PEMILIHAN UMUM, terbukti dari partisipasi dalam PEMILIHAN WALIKOTA MEDAN, angka golput mencapai 67 %.

Mengapa bisa terjadi ?

Pertama, bisa jadi disebabkan karena kejemuan kita terkait event pemilu, bayangkan dalam tiap tahun ada yang akan dicontreng. Kalo jaman dulu pemilu dinanti-nanti, karena sekali 5 taun bok!!! Kalah piala dunia yang Cuma 4x setaun... kalo sekarang ? frekuensinya udah sebanyak aktivitas kita buang air.. (terlalu sering bo!!).

Kedua, masyarakat sudah merasa ada atau tidak adanya pemilu tidak akan berpengaruh terhadap mereka.. ini penyebab paling bahaya... ampe di lingkungan saya (di medan) muncul istilah

“man jadda wa jadda”
Oke bukan... tapi

“mau siapapun presiden, gubernur, anggota dewan, walikota,.... toh uang sampah masih bayar juga ama si budi”

Parah banget lingkungan saya yah ?? maklumlah.. isinya orang berpendidikan semua (hahahaha.... ketawa najis)...

yah sebaiknya jangan seperti itu... seminimal-minimalnya kita pilihlah, agar jangan sampe terpilih pemimpin yang tidak amanah.... sehingga berdampak buruk loh..

Atau kalo tidak mau milih.. datang aja ke TPS... koyak kertas suaranya,... atau tulis di kertas suara “SISTEM SEPERTI INI TAK ZAMAN LAGI!!!”

Lah... saran saya yang terakhir mohon jangan dituruti, andaikata dituruti mohon berpikirlah dengan hati nurani bukan hati nurani rakyat....

3 komentar:

  1. kunjungan bloger cinta tanah air.....

    BalasHapus
  2. ga hanya di lingkungan mu tapi di lingkungan orang yang sudah muak dengan pemilihan umum, seperti lingkungan ku. pemilihan RW aja ga ada yang mengajukan diri.

    BalasHapus
  3. tapi sekarang sering hujan kok di padang.... ampe susah buat jemur pakaian..hehe

    btw tukeran link yuk mas isdarmady

    BalasHapus