Senin, 28 Desember 2009

30 Nasehat Bagi Jiwa Perindu Nur Illahi

Pasir dan Batu
Teman, cobalah untuk selalu mengingat setiap kebaikan dan kebahagiaan yang kita miliki. Simpanlah semua itu di dalam kekokohan hati kita agar tak ada yang mampu menghapusnya. Torehkanlah kenangan bahagia itu agar tak ada yang mampu melenyapkannya. Insya Allah, dengan begitu kita akan selalu optimistis dalam mengarungi panjangnya hidup ini.

Kekuatan Cinta
Teman, burung tak pernah diajari untuk terbang dan ikan tak pernah belajar untuk berenang. Semuanya alami. Semua berasal dari naluri. Hal itu akan hadir pada setiap makhluk yang percaya akan kebesaran Allah. Hanya Allah lah yang memberikan kita kekuatan itu.



Dua Ekor Singa
Teman, biarkan “singa-singa” penuh semangat hadir dalam jiwa kita. Rawatlah singa-singa itu dengan keluhuran budi, dan kebersihan nurani. Susunlah bulu-bulu kedamaiannya, cermati terus rahang persahabatannya. Perkuat punggung optimismenya, dan pertajam selalu kuku-kuku kesabaran miliknya. Biarkan singa ini yang jadi pemenang.

Cangkir yang Cantik
Teman, anggaplah sebagai kebahagiaan apabila kamu jatuh ke dalam berbagai cobaan, sebab anda tahu bahwa ujian menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya anda menjadi smpurna, utuh, dan tak kekurangan suatu apapun.

Mawar
Teman, jika bias menemukan”mawar-mawar” indah yang tumbuh dalam jiwa itu, kita akan dapat mengabaikan duri-duri yang muncul. Kita akan terpacu untuk membuatnya merekah dan terus merekah hingga berpuluh-puluh tunas baru akan muncul. Pada setiap tunas itu akan berbuah tunas-tunas kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, yang akan memenuhi taman-taman jiwa kita.

Dua Kisah
“Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas. Buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan dan mengubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”

Warna
Kadang, kita terlalu tinggi hati untuk mengakui kebenaran orang lain. Kita enggan untuk menyetujui pendapat mereka. Bukan karena pendapat mereka yang salah, tetapi karena kita tak mau merasa dikalahkan. Kita sering terpesona dengan rasa picik dan tak suka jika ada orang yang lebih baik.

Kupu-kupu
Bahagia adalah udara. Kebahagian adalah aroma dari udara itu. Kita belajar bahwa bahagia itu memang ada dalam hati. Semakin kita mengejarnya, semakin pula kebahagiaan itu akan pergi dari kita. Semakin kita berusaha meraihnya, semakin pula kebahgiaan itu akan menjauh.


Milestone
“ pohon-pohon tadi adalah prasasti sebagai penanda buatmu untuk berjalan. Mereka akan jadi pengingat, betapa lelah kaki-kaki ini telah melangkah. Mereka semua akan menjadi pengingat tentang jalan-jalan yang telah kita lalui. Pohon-pohon itu menjadi kawan karib dalam mengenang yang telah lau. Biarkan mereka menjadi penolongmu saat kau kehilangan arah.”

Pendaki
Teman, percayalah, akan ada petunjuk-petunjuk Allah dalam setiap langkah kita menapaki jalan kehidupan ini. Carilah, gali, dan temukan rasa percaya itu dalam hatimu. Sebab, saat kita telah percaya, maka petunjuk itu akan datang dengan tanpa disangka.

Rangkaian Kehidupan
Mencermati setiap bagian dari dunia yang kita sukai. Jalin-jemalin kenyamanan yang dapat dirangkai dalam dunia, adalah sesuatu yang indah. Di sana akan kita temukan kesejukan, ketenangan, kesunyian, keteraturan, keterpaduan, dan segalanya, asalkan kita mau menjenguknya.

Katak Lompat
Teman, berhati-hatilah pada setiap kata yang kita ucapkan. Kata-kata yang kita ucapkan sangat berpengaruh kepada orang lain. Kata-kata itu bias membuat orang frustasi, pesimis, dan enggan berusaha. Sangat sayang seandainya semua ucapan itu hanya akan merenggut jiwa-jiwa pantang menyerah yang sebenarnya ada di dalam raga.

Pencuri
Kegagalan kerap kita jadikan alasan untuk berhenti melangkah. Namun, teman, jika anda bersikap seperti itu bisa jadi anda keliru. Sebab, kegagalan adalah sebuah cara Allah mengajarkan kepada kita tentang arti kesungguhan.

Uang Logam
Teman, begitulah hidup. Kita bisa memilih hidup kita dengan kepala tertunduk, pikiran dipenuhi dengan nafsu kekayaan, dan enggan berurusan dengan orang lain. Kita juga bisa memilih hidup dengan penuh ketakutan, takut kehilangan setiap uang logam, takut akan kritik dan saran, takut pada setiap hal baru yang hadir di depan mata.

Pohon Tua
Teman, yakinlah, apapun cobaan yang kita hadapi adalah bagian dari rangkaian kemulian yang sedang dipersiapkan-Nya untuk kita. Jangan putus asa, jangan lemah hati. Allah selalu bersama orang-orang yang sabar.

Jembatan
Teman, jembatan antar manusia adalah cinta dan kasih sayang. Dalam cinta kita akan menemukan saling pengertian, pengharapan, welas asih, perhatian, peneguhan, dukungan, semangat dan banyak hal lainnya.

Si Peniru
Dan, cermin itu meniru pada semua hal, baik-buruk, terpuji-tercela. Jadi, cermin itu pancaran sejati setiap benda di depannya. Kita tentu tak bias memecahkan cermin atau mengoyak ketenangan telaga itu saat melihat gambaran buruk.

Batu Pualam
Kita jarang untuk bersedekah, padahal harta itulah yang akan menolong kita kelak. Kita jarang untuk berbuat baik, padahal kita sama-sama takut akan imbalan dari-Nya nanti. Kita jarang menolong teman dan tetangga dekat, padahal merekalah yang bisa kita minta bantuannya di kala susah.

Daun
Masih ada berjuta-juta daun harapan lain yang masih dapat kita pungut. Di depan sana, masih terhampar berjuta daun impian lain yang memberikan kita beragam pilihan. Mungkin jalan di depan kita masih berkelok, masih panjang, namun daun-daun itu ada disana. Berjuta daun kebahagiaan lain masih menunggu untuk kita rajut, jalin, anyam, dan susun.

Kunci
Kebahagiaan itu tak berpintu, tak berdinding, tak memilki ruang, dan tak dibatasi sekat-sekat. Karena itulah kebahagiaan tak membutuhkan anak kunci untuk membukanya. Kita tak memerlukan ulir-ulir yang rumit untuk dapat hadir di dalamnya.

Indian Muda
Keberanian bukanlah rasa yang dmiliki oleh orang yang menganggap dirinya memiliki segalanya. Keberanian juga bukan rasa yang berasal dari sifat-sifat sombong dan takabbur. Keberanian adalah jiwa yang berasal dari dalam hati, dan bukan dari materi yang kita miliki. Keberanian adalah suatu yang tersembunyi yang membuat orang tak pernah gentar walau apapun yang dia hadapi.

Burung Pipit
Jangan pernah berhenti “mengepakkan sayapmu” teman. Biarkan cobaan itu membuatmu kuat, biarkan derasnya terpaan itu membuatmu gesit berkelit. Biarkan jiwa pemenang itu memenuhi hatimu. Biarkan jiwa-jiwa sabar juga menjadi penyejuk bagimu. Selamat terbang. Selamat tak henti mengepakkan sayap-sayapmu.

Paku
Ketika kamu melontarkan sesuatu dalam kemarahan, kata-katamu itu meninggalkan bekas seperti lubang ini dihati orang lain. Kamu dapat menusukkan pisau kepada seseorang, lalu mencabut pisau itu. Tetapi, tidak peduli beberapa kali kamu akan meminta maaf, luka itu akan tetap ada. Dan, luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik.

Api dan Asap
Seharusnya musibah tidak boleh membawa kita kehilangan hati kita. Tuhan harus selalu ada dihati kita, walau dalam keadaan yang paling berat sekalipun. Sebab, Tuhan itu tidak tidur.Ia tahu betul kegelisahan dan jeritan hati kita. Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan kasih-Nya selalu datang pada kita. Pada saat dan cara yang tidak disangka-sangka. Hanya saja kita terlalu kerdil untuk memahaminya.

Pematung Raja
Pahatlah dengan halus agar kita bisa ditempatkan ditempat yang terbaik di sisi-Nya. Poleslah setiap sisinya dengan kearifan budi dan kebijakan hati agar memancarkan keindahan. Susuri setiap lekuknya dengan kesabaran dan keikhlasan . Pahatan yang kita torehkan saat ini akan menentukan tempat kita di akhirat kelak. Bentuklah “patung” diri anda dengan indah.

Perangkap
Kita sering mendendam. Tak mudah memberi maaf dan melepaskan maaf. Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam dada. Kita tak pernah bisa melepasnya.

Sepatu
Dunia yang kita lihat adalah dunia yang ada dalam pikiran kita. Dunia yang sangat personal. Dimana dunia itu kita artikan sebagai milik kita sendiri. Penghuninya hanya kita sendiri. Tidak ada orang lain disana. Akibatnya, ketika kita tertimpa musibah, kita menganggap dunia kiamat.

Layang-layang
Layang-layang dimainkan dengan kepala tegak dan bukan dengan menunduk. Layang-layang diterbangkan, bukan dengan wajah kearah bawah, tapi dengan menatapnya ke angkasa. Begitu pun kita di dalam hidup. Layang-layang adalah tanda agar kita selalu percaya bahwa optimisme dimulai dengan membangun harapan bukan dengan bersedih.


7 komentar:

  1. Wah.. Mantab.. Calon Filsuf nih..

    BalasHapus
  2. Bagus banget...kabulkanlah ya Allah bila hamba membaca Al Fatihah setelah sholat itu termasuk untuk anda

    BalasHapus