Sabtu, 21 November 2009

Mengapa Ibu Menangis

2 hari lebih bro!!! gua ngak ada menyentuh internet kesibukan yang tak jelas dalam kuliah yang mempunyai bertumpuk tugas hingga amanah di organisasi yang menuntut program kerja yang sudah direncanakan, nah menurut fiqih proritas, kita utamakan dahulu yang paling penting nah karena itu kebutuhan internet di geser sejenak dahulu. banyak kejadian merepotkan seminggu ini, tapi yang paling berkesan adalah jum'at kemaren (20/11/2009), dimana gua ketauan Men-TA-kan (titip absen) teman gua. tapi untunglah karena langsung mengaku dan sadar gua salah, gua dapet keringanan padahal gua kira gua bakal diusir dari peradaban, dijadikan makanan ikan di pantai padang, diikat di pohon karimunting untuk makanan kucing-kucing hutan yang sudah keroncongan ataupun gua bisa dibuat untuk makanan ternak, karena selain mempunyai rasa yang enak, dan kandungan gizi yang baik (hehehe).

Posting kali ini ? yah tentang pertanyaan besar saya dan semua lelaki lainnya yaitu mengapa wanita menangis ???? kebetulan dapet sebuah artikel yang mungkin bisa sedikit memberikan konferensi pers untuk hal tersebut ?

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya.
"Ibu, mengapa Ibu menangis?".
Ibunya menjawab, "Sebab, aku wanita".
"Aku tak mengerti," kata si anak lagi.
Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.
"Nak, kamu memang tak akan mengerti...."

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya.
"Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang
jelas?
Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan."
Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.

Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap
bertanya-tanya,mengapa wanita menangis.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan "Ya Tuhan,
mengapa wanita mudah sekali menangis? Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,
"Saat Kuciptakan wanita, aku membuatnya menjadi sangat utama.
Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya,walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan
kepala bayi yang sedang tertidur.`

Kuberikan pada wanita kekuatan untuk dapat melahirkan,
dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap
menerima cerca dari anaknya....

Kuberikan pada wanita keperkasaan, yang
akan membuatnya tetap bertahan,
pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Kuberikan pada wanita kesabaran, untuk merawat keluarganya,
walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah..

Kuberikan pada wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai
semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun.
Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya.
Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang
terkantuk menahan lelap dan sentuhan kasih sayangnya akan memberikan kenyamanan saat
didekapdengan lembut olehnya.

Kuberikan pada wanita! kekuatan untuk membimbing
suaminya, melalui masa-masa sulit, dan m enjadi pelindung baginya.
Sebab, bukankah tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?

Kuberikan pada wanita kebijaksanaan, dan kemampuan untuk
memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa, suami yang baik adalah yang
tak pernah melukai istrinya.
Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan
menguji kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri,
sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi

Dan, akhirnya, kuberikan pada wanita airmata agar dapat mencurahkan
perasaannya.
Inilah yang khusus kuberikan kepadanya, agar dapat digunakan kapanpun ia
inginkan.
Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, airmata
ini adalah airmata kehidupan....


nah, gmana sob ? ngak berkenan? kurang setuju ? silahkan dilempar bata merah... kalo seneng ma neh.. kasih cendol donk.. (kaskus banget yah ??? hahahahha)

12 komentar:

  1. Wanita memang mudah menangis ... bahkan dalam suka
    he2X

    BalasHapus
  2. kayanya aku wanita pertama yang komentar..

    iya itulah bedanya wanita dengan pria, banyak yang bilang "wanita lebih mendahulukan perasaan daripada logika.." hahaha.. ga tau juga kenapa..????

    BalasHapus
  3. apa emang wanita ditakdirkan buat menangis kali yah???

    BalasHapus
  4. laki2 juga pada dasarnya suka nangis tapi gengsi aja kali ya.. sekali menangis pasti uak-uakan kalo bahasa sundanya mah.. :))

    BalasHapus
  5. salam sahabat
    ehm bagus postingnya,membuahkan inspirasi yg mendalam ,oh iya saya follow anda kalo sedia follow balik buat saya ya..thnxs n good luck

    BalasHapus
  6. Hikzz.... IBU.....
    Makanya sayangilah ibumu...

    BalasHapus
  7. iya kt tdk akan ada tanpa ibu............


    hidup ibu,,,syngi ibu.....

    BalasHapus
  8. hidup ibu.................

    aq syg ibu.........

    BalasHapus
  9. duh....jangan sampai membuat ibu menangis karena kecewa...buat lah ibu menangis karena bangga sama anak nya...

    BalasHapus
  10. ku ingin selalu buat ibuku bahagia....

    BalasHapus
  11. :)

    bgs bgt ne artikel put,,,

    menggugah bgt ,,,,

    BalasHapus
  12. Bagus artikelnya. menangis bagi wanita bukan berarti lemah loh. Justru dengan menangis seperti menchas hati, makanya laki-laki lbh cpt stres krn mrk pantang menangis.

    BalasHapus