Sabtu, 13 Juni 2009

Siapa yang tahu maksud Allah

kali ini saya akan posting sebuah artikel tausyiah dari sebuah buku yang baru saya baca... begini ceritanya...

Rasulullah pada suatu waktu pernah berkisah. Pada zaman sebelum kalian, pernah ada seorang raja yang amat dzalim.Hampir setiap orang pernah merasakan kezalimannya itu.

Pada suatu ketika, raja zalim ini tertimpa penyakit yang sangat berat. Maka seluruh tabib yang ada pada kerajaan itu dikumpulkan. Dibawah ancaman pedang, mereka disuruh untuk menyembuhkannya. Namun sayangnya tidak ada satu tabib pun yang mampu menyembuhkannya.

Hingga akhirnya ada seorang Rahib yang mengatakan bahwa penyakit sang raja itu hanya dapat disembuhkan dengan memakan sejenis ikan tertentu, yang sayangnya
saat ini bukanlah musimnya ikan itu muncul ke permukaan. Betapa gembiranya raja mendengar kabar ini. Meskipun raja menyadari bahwa saat ini bukanlah musim
ikan itu muncul kepermukaan namun disuruhnya juga semua orang untuk mencari ikan itu. Aneh bin ajaib walaupun belum musimnya, ternyata ikan itu sangatlah
mudah ditemukan. Sehingga akhirnya sembuhlah raja itu dari penyakitnya.

Di lain waktu dan tempat, ada seorang raja yang amat terkenal kebijakannya. Ia sangat dicintai oleh rakyatnya. Pada suatu ketika, raja yang bijaksana itu
jatuh sakit. Dan ternyata kesimpulan para tabib sama, yaitu obatnya adalah sejenis ikan tertentu yang saat ini sangat banyak terdapat di permukaan laut.Karena itu mereka sangat optimis rajanya akan segera pulih kembali.

Tapi apa yang terjadi? Ikan yang seharusnya banyak dijumpai di permukaan laut itu, tidak ada satu pun yang nampak..! Walaupun pihak kerajaan telah mengirimkan para ahli selamnya, tetap saja ikan itu tidak berhasil diketemukan. Sehingga akhirnya raja yang bijaksana itu pun mangkat...

Dikisahkan para malaikat pun kebingungan dengan kejadian itu. Akhirnya mereka menghadap Tuhan dan bertanya, "Ya Tuhan kami, apa sebabnya Engkau menggiring ikan-ikan itu ke permukaan sehingga raja yang zalim itu selamat; sementara pada waktu raja yang bijaksana itu sakit, Engkau menyembunyikan ikan-ikan itu ke dasar laut sehingga akhirnya raja yang baik itu meninggal?"

Tuhan pun berfirman, "Wahai para malaikat-Ku, sesungguhnya raja yang zalim itu pernah berbuat suatu kebaikan. Karena itu Aku balas kebaikannya itu,
sehingga pada waktu dia datang menghadap-Ku, tidak ada lagi kebaikan sedikitpun yang dibawanya. Dan Aku akan tempatkan ia pada neraka yang paling bawah !

Sementara raja yang baik itu pernah berbuat salah kepada-Ku, karena itu Aku hukum dia dengan menyembunyikan ikan-ikan itu, sehingga nanti dia akan datang menghadap-Ku dengan seluruh kebaikannya tanpa ada sedikit pun dosa padanya, karena hukuman
atas dosanya telah Kutunaikan seluruhnya di dunia!"


Kita dapat mengambil beberapa pelajaran dari kisah bersayap ini.

Pelajaran pertama adalah:
Ada kesalahan yang hukumannya langsung ditunaikan Allah di dunia ini juga; sehingga dengan demikian di akhirat nanti dosa itu tidak diperhitungkan-Nya lagi. Keyakinan hal ini dapat menguatkan iman kita bila sedang tertimpa musibah.

Pelajaran kedua adalah:
Bila kita tidak pernah tertimpa musibah, jangan terlena. Jangan-jangan Allah 'menghabiskan' tabungan kebaikan kita. Keyakinan akan hal ini dapat menjaga kita untuk tidak terbuai dengan lezatnya kenikmatan duniawi sehingga melupakan urusan ukhrowi.

Pelajaran ketiga adalah:
Musibah yang menimpa seseorang belum tentu karena orang itu telah berbuat kekeliruan. Keyakinan ini akan dapat mencegah kita untuk tidak berprasangka buruk menyalahkannya, justru yang timbul adalah keinginan untuk membantu meringankan penderitaannya.

Pelajaran keempat adalah:
Siapa yang tahu maksud Allah ?

( kisah diatas diambil dari buku " tutur bersayap ")

17 komentar:

  1. wallahu'alam bishowab... tugas kita hanya berhusnudzon sama Allah dan mengerjakan amalan ibadah. karena tujuan Allah menciptakan manusia hanyalah untuk beribadah kepada Allah.
    kawan, saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran yach. jadi jangan segan2 mengkritik saya.hehe:)

    thx tausyiahnya..btw, buku nya penulisnya siapa?

    BalasHapus
  2. wow bagus banget nih artikelnya bisa ingetin kita sama yang diatas . .

    thanks gan, be te we headernya okey tuh,,,

    BalasHapus
  3. bagusnya artikel ini...ngingetin sesama...

    BalasHapus
  4. terima kasih atas artikel nya.mudah-mudahan kita bukan termasuk satu golongan dengan si raja yg zalim.mudah-mudahan kita menghadap-NYA dengan membawa pahala bukan dosa.

    BalasHapus
  5. wah.. langsung tersadar saya setelah baca artikel ini.. subhanallah..

    BalasHapus
  6. Tentu kita tidak boleh berprasangka buruk kalau mendapat musibah,tetapi hendak - nya kita berpikiran positip bahwa tuhan maha penyayang dan maha mengetahui.....nice post..!

    BalasHapus
  7. Tak ada yg tahu maksud Allah kecuali Allah sendiri. Allah tahu apa saja yg terbaik untuk makhluknya

    BalasHapus
  8. Apapun yang dikehendaki oleh Allah pasti akan terjadi n tidak ada satupun yang tau, yang harus qta perbuat adalah selalu mengingatNya dalam setiap langkah

    BalasHapus
  9. Sob, gak ada yang tau tu apa maksud Allah... tiada satupun yang tau..hehehe

    BalasHapus
  10. keren ceritanya,,Hanya ALLAH yang tahu artinya,,kayak arti dari kata YASIN y,coba baca surat yasin,arti yasin kalo gak salah hanya ALLAH yang tahu artinya

    BalasHapus
  11. wah, setuju..
    lanjutkan perdjoeanganmu kawan..
    selamat berda'wah
    :)

    BalasHapus
  12. aku jadi takut sob...

    kalau kebaikan yang aku dapatkan sekarang mrupakan

    balasan langsung...

    terus buat nanti gimana????? :((

    BalasHapus
  13. Kisah yg bagus. Tapi, kisah terkait dg Rasul itu dpt dari hadist shohih nggak? Kalo shohih/hasan khan bisa layak dipercaya/diikuti/ditauladani...

    BalasHapus
  14. @alhiko = nah, ini yang belum jelas.. sahih atau ngaknya..

    BalasHapus
  15. @4viv = hidup aja dengan berbuat sebaik2nya,,,

    BalasHapus
  16. @chempluk = mank, hanya Allah yang tau.... manusia hanya bisa berbuat

    BalasHapus
  17. Allah adalah segala-galanya. Wallahu 'alam

    BalasHapus